Pages

Ade Syntia Mustikasari

You can say anything about me but I am who I am and that’s something you could never be..

Adekku imut ya? tapi masih imut'an akuuu!! :D

Dia mengerti aku banget meskipun usia kita terpaut 7tahun.. Dengan segala kelucuannya membuat aku betah dirumah :D

ADE SYNTIA MUSTIKASARI

Inilah aku dengan segala kesederhanaanku.. mari berkawan :)

Kebersamaan ini

Membuat persahabatan yang indah dan bikin orang yang melihatnya menjadi iri :D

Hidup ini adalah mimpi

To : Mom and Dad one day, i'll make u proud.. i promise..

Tampilkan postingan dengan label About Cepu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label About Cepu. Tampilkan semua postingan

15 Okt 2012

KA Blora dan Cepu Express




Hubungkan Surabaya – Semarang
Masayarakat Blora patut berbangga. Pasalnya, dua nama daerah di blora dipilih PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai nama kereta api. Setelah sebelumnya beberapa tahun lalu diluncurkan Kereta Api (KA) Blora Jaya Express, kini menyusul berikutnya adalah KA Cepu Express. Kedua kereta diesel tersebut menghubungkan Surabaya dan Semarang.
Kereta Api Blora Jaya Express mulai beroperasi 15 Oktober 2009. Dengan tarif Rp 28 ribu perorang dan berangkat dari Bojonegoro pada 12.45. Sebaliknya dari Stasiun Poncol, kereta diberangkatkan pukul 08.45. Adapun rute yang dilewati adalah stasiun Poncol, Ngrombo, Doplang, Randublatung, Wadu, Cepu dan berakhir di Bojonegoro.
Bagi penumpang yang hendak melanjutkan perjalanan ke Surabaya, KA Cepu Express bisa menjadi alternatif pilihan. Kereta yang diluncurkan sabtu ( 17/9 ) mempunyai ruangan berpendingin atau AC. Kereta berangkat dari Stasiun Cepu pukul 12.00, sedangkan dari stasiun PASAR Turi Surabaya Pukul 08.00. ”Untuk pekan ini masih dalam masa promosi, tarifnya juga masih murah yakni sekitar Rp 30 ribu,”ujar Agus Suyatno, salah seorang calon penumpang KA Cepu express, minggu (18/9).
Media Promosi
Sebagai Warga Blora dia mengaku, merasa bangga lantaran nama daerahnya dijadikan nama kereta api.” Kenapa dipilih nama Cepu dan Blora. mengapa bukan Bojonegoro kami juga tidak tahu. Padahal wilayah yang dilintasi kereta api tersebut bukan hanya Cepu saja,”katanya.
Hindun, calon penumpang lainnya menuturkan, dengan adanya dua kereta api yang memakai nama wilayah Cepu dan Blora secara langsung bisa menjadi media Promosi.”Nama Blora dan Cepu semakin terkenal, padahal hanya Kota kecil,”ujarnya.
Dari Stasiun Cepu, Cepu Express menuju stasiun Pasar Turi Surabaya dengan melewati sejumlah stasiun. Diantaranya Stasiun Bojonegoro, kapas, Babat, Lamongan dan Tandes. Perjalanan ditempuh dengan waktu sekitar tiga jam.

Proyek Cepu Masih Terkendala Masalah Sosial



Pelaksanaan proyek Banyu Urip di Blok Cepu ternyata masih terkendala masalah non teknis. Masalah tersebut yakni seperti perijinan, sumber daya manusia, dan penyerapan komponen lokal.
Perkembangan pelaksanaan kontrak engineering, procurement,and construction (EPC) yang terhubungan dengan kondisi sosial lebih lambat dari target yang ditentukan. EPC I yang mengerjakan fasilitas proses produksi, EPC 2 yang membangun jalur pipa di darat, serta EPC 5 dengan kontrak pembangunan fasilitas infrastruktur dan waduk penampung air injeksi.
Contoh kendala yang mengemuka, pekerjaan EPC 5 belum dimulai karena terhalang belum keluarnya 29 Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dari Pemerintah Daerah (Pemda) Bojonegoro.
Sebaliknya, kontrak yang tidak terkait kondisi sosial, misalnya EPC 3 yang membangun jalur pipa laut dan EPC 4 yang membangun fasilitas penyimpanan dan alir-muat terapung realisasinya lebih tinggi dari target.
Menurut Kepala Divisi Humas, Sekuriti, dan Formalitas, Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) Gde Pradnyana, pihaknya terus berusaha proyek Cepu dapat sesuai target, yakni produksi 90.000 barel minyak per hari (bph) pada Mei 2014.
“Semua pihak, termasuk Pemda mesti mendukung penuh seluruh kebutuhan proyek,” katanya di Jakarta, Minggu (24/6/2012).
Berdasarkan data BP Migas produksi di blok pada Mei 2014 baru sekitar 50 persen dari total kapasitas fasilitas produksi. Produksi secara bertahap akan meningkat seiring bertambahnya jumlah sumur produksi. Ditargetkan, produksi 150.000 bph dapat terjadi pada Agustus 2014, dan akan menyentuh 185.000 bph pada November 2014. Dengan jadwal proyek yang sangat ketat itu, BP Migas meminta Mobil Cepu Ltd, operator blok Cepu, untuk melipatgandakan volume pekerjaan, tanpa mengabaikan kualitas
Seperti diketahui, lima EPC dengan total nilai kontrak sekitar US$ 1,3 miliar telah ditandatangani sepanjang tahun 2011. Dengan cadangan sekitar 450 juta barel minyak, Banyu Urip merupakan lapangan dengan cadangan minyak terbesar yang masih belum tereksploitasi. Gde menjelaskan, melihat tren eksplorasi yang lebih banyak menemukan gas, penemuan cadangan minyak sebesar Banyu Urip kemungkinan belum akan terulang dalam lima tahun ke depan.
“Proyek inilah yang membuat produksi minyak nasional dapat mencapai 1 juta bph,” kata dia.
Pembangunan fasilitas produksi penuh Lapangan Banyu Urip merupakan pekerjaan besar dengan kompleksitas yang tinggi. Fasilitas tersebut mencakup 49 sumur yang terhubung pada tiga anjungan; sebuah fasilitas pusat pengolahan; pipa sepanjang 95 kilometer untuk mengalirkan minyak ke fasilitas penyimpanan dan alir-muat terapung (Floating Storage and Offloading/FSO) bermuatan minimal 1,7 juta barel, dan kapal tanker yang akan mengangkut minyak dari FSO tersebut.
MCL dan Ampolex (Cepu) PTE Ltd. keduanya merupakan anak perusahaan dari Exxon Mobil Corporation yang merupakan pemegang 45 persen saham partisipasi dalam Blok Cepu. Kedua perusahaan ini berpartner dengan Pertamina EP Cepu yang juga memegang 45 persen saham partisipasi, serta Badan Kerja Sama Blok Cepu (BKS) yang memegang 10 persen saham partisipasi.